Cuaca Ekstrem Mengintai, BMKG Ungkap Dampak Siklon Tropis Jangmi di Indonesia
Prediksi cuaca BMKG-Pixabay -
JAKARTA, RADARCIREBON.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prakiraan cuaca nasional terbaru untuk Kamis, 28 Mei 2026.
Dalam laporan tersebut, BMKG mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dipicu oleh aktivitas atmosfer di sejumlah wilayah Indonesia.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi cuaca hari ini adalah keberadaan Siklon Tropis Jangmi yang terpantau berada di Samudra Pasifik Utara Papua.
BACA JUGA:Hajar Rayo Vallecano 1-0, Crystal Palace Raih Trofi Eropa Pertama dalam Sejarah
BMKG menyebutkan, siklon tersebut bergerak ke arah barat laut dan diprediksi terus menguat dalam 48 hingga 72 jam ke depan.
Dampak dari penguatan Siklon Tropis Jangmi memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari Samudra Pasifik Utara Maluku Utara hingga wilayah utara Papua.
Kondisi ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan yang berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.
Selain itu, BMKG juga mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di pesisir utara Papua Nugini.
Sistem atmosfer tersebut menyebabkan perlambatan angin di sejumlah wilayah Papua, Papua Pegunungan, hingga area sekitar pusat sirkulasi.
BACA JUGA:Timnas Spanyol Rilis Skuad Piala Dunia 2026, Generasi Emas La Roja Siap Menggila
Tak hanya di kawasan timur Indonesia, daerah konvergensi juga terpantau muncul di beberapa wilayah lain seperti Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Tengah, Papua, hingga Papua Pegunungan.
Sementara itu, daerah konfluensi diprediksi terbentuk di Aceh, Laut Natuna Utara, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Halmahera, sampai Samudra Pasifik bagian utara Maluku Utara dan Papua.
BMKG menjelaskan, kombinasi berbagai dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di sejumlah daerah.
Bahkan, kecepatan angin permukaan tercatat mencapai lebih dari 25 knot di beberapa wilayah perairan seperti Laut Cina Selatan, Laut Sulawesi, Laut Maluku, hingga Samudra Pasifik utara Maluku Utara dan Papua.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

