Nah, untuk jimat, lanjut Ade, ditemukan oleh anggota polisi di dalam saku celana.
Jimat itu ditempatkan pada sebuah kantong berbahan kulit kemudian dimasukan ke dalam celana.
“Jadi disimpan di dalam kulit (kantong) ini, ada di dalam celananya dia,” ungkapnya.
Ade juga mengungkapkan kesaksian warga yang menyebutkan bahwa pelaku sempat tidak mempan dan tidak terluka saat dipukul.
Baru setelah jimatnya ditemukan dan diambil pelaku mengalami luka-luka di tubuhnya.
“Awalnya kuat, tetapi setelah ininya (jimatnya) lepas nyerah. Dari penghuni (indekost) sama warga begitu, kalau sebelumnya sudah sempet diamuk massa, namun pelaku ini tidak kenapa-kenapa, setelah ditelanjangi baru pelaku itu baru mengalami luka-luka,” ujarnya.