"Pada kuartal pertama, kami menargetkan 300 ribu hektare, dengan menggunakan inovasi benih unggul yang mampu meningkatkan produktivitas hingga 18–20 ton per hektare,” jelasnya
BACA JUGA:Akhirnya Pemerintah Keluarkan Surat Edaran Bersama Pembelajaran di Bulan Ramadan 1446 H
BACA JUGA:Diskominfo Jabar Beri Peringatan Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Jabar Digital Academy
Gerakan ini juga mendukung pengembangan ekosistem pangan bergizi gratis. Hasil panen dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak, meningkatkan perekonomian desa, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kami optimistis, melalui program ini, perputaran ekonomi desa dapat meningkat dari Rp1 miliar menjadi Rp8–10 miliar,” katanya.
Peluncuran di Kabupaten Subang, Jawa Barat dimulai dengan pemanfaatan lahan seluas 13 hektare sebagai proyek percontohan.
BACA JUGA:DAM Gulirkan Diskon Awal Tahun untuk Motor Listrik
BACA JUGA:Kuwu di Cirebon Dipenjara Gara-gara Kasus Pilkada, Tidak Dicopot dari Jabatan
Program ini diharapkan menjadi model keberhasilan yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.
Gerakan Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektare ini merupakan langkah konkret untuk mendukung target swasembada pangan pada 2025.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat menjadi harapan besar dalam menghadapi tantangan krisis pangan global.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Bey Machmudin. (*)