Cara Menumpas Preman di Jawa Barat ala Kang Dedi Mulyadi

Rabu 05-03-2025,04:00 WIB
Reporter : Asep Kurnia
Editor : Asep Kurnia

Seorang pemimpin jelas KDM, sudah memiliki kekuatan lewat peraturan dan undang-udang yang menjadi pelindunganya.

BACA JUGA:Warteg Gratis Alfamart Hadir Sepanjang Ramadan

BACA JUGA:Segini Tinggi Rumah Panggung yang Digagas KDM untuk Warga Karawang

Oleh karena itu, untuk menumpas preman dibutuhkan kerjasama antara TNI, Polri dan juga Pemerintah Daerah.

"Jadi pemimpin tidak perlu takut," katanya.

Seperti diketahui, akibat keberadaan preman, membuat sejumlah investasi luar negeri batal masuk ke Indonesia.

Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia melaporkan, kerugian hingga ratusan triliun rupiah akibat batalnya investasi dan keluarnya investor dari kawasan industri. 

BACA JUGA:Tukar Poin Telkomsel di Ramadan Bisa Dapat Mobil

Ditegaskan KHI, premanisme atau organisasi kemasyarakatan (ormas) menjadi penyebab utama. 

"Kalau dihitung semuanya, ngitungnya bukan cuma yang keluar, tapi yang enggak jadi masuk juga. Itu bisa ratusan T (triliun rupiah)," kata Ketua Umum HKI, Sanny Iskandar usai dialog optimalisasi kawasan industri di Jakarta, Kamis 6 Februari 2025.

Menurut Sanny, ormas kerap masuk ke kawasan industri untuk berdemonstrasi. Mereka biasanya meminta dilibatkan dalam pembangunan atau aktivitas pabrik. 

"Yang mereka ingin itu adalah supaya yang terkait dengan pabrik, selalu ya, dia kan butuh transportasi, catering atau apa, pingin beli ini, beli itu, mau bangun perluasan pabriknya atau apa, mereka itu minta diserahkan ke mereka," ujarnya. 

BACA JUGA:Aplikasi BERHIDMAT Permudah ASN Tadarus Alquran selama Ramadan

Menurut Sanny, modusnya berupa unjuk rasa dan blokade akses kawasan industri. Akibatnya, operasional pabrik terganggu karena bahan baku tidak bisa masuk dan barang jadi tidak bisa keluar. 

"Modusnya memang gitu, mereka melakukan unjuk rasa dan segala macam untuk menutup kawasan."

"Sehingga pabrik-pabrik itu nggak bisa keluar, barang-barang nggak bisa masuk, bahan baku nggak bisa masuk, barang jadi nggak bisa keluar," ujar Sanny. (*)

Kategori :