"Saking kami ini satu rasa, mereka juga ingin membuat suatu statement karena kaitannya dengan destinasi yang mereka kunjungi dari Jawa Tengah itu banyaknya ke Jabar," tambahnya.
BACA JUGA:Ramadan, RTQ Masjid Raya Attaqwa Gelar Tahfizh Camp
BACA JUGA:Disdukcapil Wajibkan Masyarakat Aktifkan IKD sebelum Cetak E-KTP
Dirinya beranggapan, bahwa kebijakan dari KDM yang melarang sekolah adakan study tour merupakan kritik di dunia pariwisata, khususnya kemasan study tour.
"Tapi menurut pribadi saya tentang adanya larangan study tour keluar Jawa Barat oleh gubernur kita pak KDM itu merupakan auto kritik untuk dunia pariwisata terutama dalam pengadaan studi tour," jelas Budi.
Disisi lain, kritik ini juga ditujukan bagi semua pengusaha biro perjalanan pariwisata untuk lebih betul betul memaksimalkan pelayanan dan komitmen kepada para konsumennya.
"Sebagai pelaku industri pariwisata bahwa perjalanan wisata ini betul-betul harus bertanggung jawab dan menjaga kwalitas layanan sesuai dengan komitmen dengan para konsumennya," pungkasnya. (*)