Larangan Study Tour KDM Membuat Biro Perjalanan Meradang, Oh Ternyata...

Jumat 07-03-2025,15:49 WIB
Reporter : Asep Kurnia
Editor : Asep Kurnia

"Nah berarti selama ini teman-teman sekolah menetapkan kegiatan study tour sesungguhnya memang bukan studi tour. Sesungguhnya ya piknik," katan KDM lagi.

Jika memang study tour yang dilakukan selama ini isinya adalah piknik atau senang-senang, KDM dengan tegas mengaku sangat keberatan.

"Ya kalau piknik, piknik saja enggak usah pakai bahasa-bahasa yang akademik tetapi di dalamnya adalah mengajarkan kebodohan dan kebohongan," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pemilik biro perjalanan asal Kuningan, mengaku mengalami kerugian besar atas kebijakan yang dikeluarkan Gubernur Jabar tersebut.

Roni Sahroni, pemilik Lion Trans Bus Pariwisata mengatakan, dirinya hilang omzet hingga ratusan juta rupiah akibat pembatalan bus yang sudah dibooking salah satu sekolah.

Sebanyak 18 unit bus miliknya yang sudah, dibatalkan secara mendadak akibat adanya larangan tersebut.

"Ya betul, kita ada belasan order yang cancel mendadak, berat hati, menjadi kerugian tersendiri lah," ungkap Roni Sahroni, dikutip dari radarcirebon.com, Rabu 5 Maret 2025.

"Untuk rombongan ya kita ada di sekolahan, kebanyakan itu memang satu sekolahan booking ke satu perusahaan ke kita semua, itu 18 unit di tanggal 3, 4 dan 5, itu cancel," sambungnya.

Akibat pembatalan tersebut, Roni kini mengaku kebingungan. Karena biaya operasional yang terus berjalan maupun gaji karyawan, harus tetap dipenuhinya.

Karena menurut Roni, dirinya belum mendapatk order pengganti yang dibatalkan secara mendadak tersebut.

"Kerugian ya, kita masih belum ada pengganti customer yang mengganti di tanggal tersebut. Hampir ratusan juta, anggaran yang harusnya kita dapat tapi akhirnya gagal," ungkap Roni.

Diakui Roni, sekolah dengan kegiatan study tournya, merupakan pangsa pasar terbesar bagi perusahaannya.

Menurut Roni, 50 persen pangsa pasar biro perjalanan, tergantung dari orderan rutin rombongan sekolah-sekolah.

Namun sejak adanya larangan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Roni mengaku mengalami pembatalan pesanan yang cukup besar.

Kategori :