Bongkar Pengalaman Jadi Mantan Admin Judol di Kamboja, Pemuda Bekasi Dapat Ancaman

Senin 21-04-2025,10:30 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Tatang Rusmanta

Diberitakan sebelumnya, FF membongkar pola kerja yang dia lakukan selama menjadi admin judi online alias judol di Kamboja.

BACA JUGA:Trik Psikologi Manipulatif, Seni Mengendalikan Pikiran Tanpa Disadari

BACA JUGA:Hasil Leicester City vs Liverpool: Menang Susah Payah Diganggu Arsenal di Klasemen

Pertama, FF dapat daftar nomor telepon yang harus dihubungi. Nomor yang ada di dalam daftar adalah calon costumer judi online.

Selain itu, pemuda berusia 27 tahun itu pun memegang rekening bank hingga alamat rumah para pemain.

“Nanti dari database mereka itu kita dikirimin buat ngechat dia satu-satu untuk menawarkan bergabung main judol,” bebernya.

Nah, ada target yang harus dipenuhi oleh admin. Menurut FF dirinya ditarget menggaet pemain judol minimal sebanyak 100 orang sehari.

“Transaksi seratus itu jadi satu krang satu kali deposit itu itungannya satu transaksi. Berarti dari misalkan satu orang itu lima kali depo itu masuk ke lima transaksi,” jelasnya.

“Terus ada juga new deposit, disitu kita minimal banget itu bawa orang buat main dan depo minimal banget satu hari itu 10 orang,” imbuhnya.

Bagaimana jika tidak berhasil menembus target? Menurut FF aka nada hukuman yang dijatuhkan kepada admin yang tidak tembus target.

“Buat disana tuh banyak sanksi yang didapat seperti tekanan mental. Tekanan mental dengan cara gua di kata-katain hingga kebun binatang keluar semua,” ujarnya.

Kategori :