Bidang kerja sama lain yang akan didorong dengan Provinsi Sichuan, yakni di bidang logistik dan konektivitas atau transportasi.
"Saat ini kami memiliki jalur kereta cepat Whoosh, ke depan kami juga mendorong reaktivasi jalur kereta api di beberapa kabupaten kota sehingga bisa saling terkoneksi dengan moda kereta api," ucapnya.
Penerbangan langsung
Herman juga menyebut Jabar memiliki Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka.
Ia berharap bisa dibuka jalur penerbangan langsung dari dan ke Sichuan.
BACA JUGA:Amankan 11 Motor Hasil Curanmor, Kapolsek Dayeuhkolot: Merasa Kehilangan, Silahkan Ambil Gratis
Selain itu, terkait investasi, pada 2024, Jabar masih tertinggi secara nasional, dengan total investasi Rp251,14 triliun.
Realisasi investasi itu terdiri dari penanaman modal asing (PMA) Rp149,5 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp101,54 triliun.
Adapun salah satu tren investasi yang mulai bertumbuh, ujar Herman, yakni industri otomotif berbasis listrik.
Salah satu perusahaan asal China yang sudah berinvestasi di kawasan Subang, adalah pabrikan kendaraan listrik BYD.
BACA JUGA:BSI Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah di Indonesia Lewat GIFS 2025
"Kami berharap kerja sama dengan Provinsi Sichuan bisa ditingkatkan. Soal industri investasi, kami mempunyai beberapa kawasan potensial," ucap Herman.
"Kami sudah melakukan deregulasi dan debirokratisasi sehingga layanan perizinan di Jabar akan lebih cepat, sederhana, mudah, dan aman," katanya.
Budaya dan pariwisata
Tak cuma itu, sektor lain yang bisa didorong, yakni peningkatan kerja sama di bidang budaya dan pariwisata.
"Provinsi Jawa Barat memiliki kekayaan budaya dan destinasi pariwisata yang luar biasa, salah satu yang terbaik se-Indonesia, seperti halnya Sichuan yang juga punya potensi budaya dan pariwisata yang juga luar biasa," ucapnya.