Mau Diterima Kerja Harus Bayar Rp4 juta? Ini Kata Tokoh Cirebon Timur

Jumat 16-05-2025,03:01 WIB
Reporter : Asep Kurnia
Editor : Asep Kurnia

Adapun nominal uang yang harus dibayarkan calon tenaga kerja, sebutnya, berkisar di angka jutaan rupiah.

"Kalau dari keluhan mereka sih, nominalnya sampai angka Rp4 juta sebagai biaya admin," jelasnya.

Jika calon tenaga kerja berani bayar uang yang sudah ditetapkan, sudah dipastikan bisa diterima di perusahaan yang dimaksud.

Namun uang tersebut, tambahnya, hanya berlaku sekali tanda tangan kontrak, tidak bisa menjamin status sebagai karyawan tetap.

BACA JUGA:Viral, Aksi Heroik Anggota Kodim Kuningan Serka Deni Menangkap Pencuri Motor Bersenjata Api

"Kalau yang pakai admin bisa masuk, tapi kan itu berlaku sistem kontrak bukan pegawai tetap. Jadi ketika habis kontrak pengen masuk lagi ya musti setor admin lagi," ungkapnya.

Dirinya merasa prihatin dengan kondisi yang saat ini terjadi. Adanya pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi, disebutnya malah menjatuhkan citra wilayah sendiri.

Pria berkacamata ini berpesan, permasalahan calon tenaga kerja yang harus membayar di wilayah Cirebon Timur, harus segera dibenahi.

"Ini harus dibenahi, kalu memang tujuan adanya pabrik di Cirtim untuk meningkatkan taraf hidup dan mensejahterakan warga Cirtim sendiri," pintanya.

Dikutip dari media sosial pribadinya, orang-orang yang memanfaatkan kondisi tersebut, melibatnya banyak pihak.

BACA JUGA:Remaja 15 Tahun Tenggelam di Sungai Cimanis, Tim SAR Masih Melakukan Pencarian

Orang dalam perusahaan hingga yang mengatasnamakan kepala desa, disebutnya terlibat sebagai orang yang menetapkan sejumlah uang kepada calon pekerja.

Sementara itu, Dedi warga asal Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, mengalami hal serupa ketika anaknya ingin masuk kerja di sebuah perusahaan wilayah Cirebon Timur.

Menurut Dedi, anaknya tersebut harus membayar sebesar Rp2 juta agar bisa diterima kerja di perusahaan yang dituju.

"Ada orang yang mengkordinir, anak saya bayar 2 juta," ucap Dedi.

Namun dari pengakuan Dedi, tidak semua yang sudah bayar dijamin bisa langsung diterima kerja, ada anak rekannya hingga kini masih belum juga ada keputusan.

Kategori :