Warga Kecamatan Waled Harus Sabar, Normalisasi Sungai Ciberes Terkendala Cuaca

Senin 19-05-2025,14:50 WIB
Reporter : Deny Hamdani
Editor : Asep Kurnia

Lebih lanjut dijelaskan Deni, normalisasi yang tengah dilaksanakan pihak BBWS saat ini, mulai dari Bendungan Ambit sampai Jembatan Desa Mekarsari. 

"Menurut BBWS, normalisasi dilaksanakan saat musim kemarau, saat ini memang terkendala cuaca," ujarnya.

Idealnya, kata Deni, BBWS harus melakukan normalisasi Sungai Ciberes dari Bendungan Ambit sampai dengan Gebang. 

"Tapi jaraknya terlalu panjang mencapai 25 kilometer, sehingga kemungkinan normalisasi bertahap," ujarnya. 

Sementara itu, Warga Kabupaten Cirebon yang sering terdampak banjir, mulai jenuh atas kondisi yang terjadi.

Mereka menyatakan sudah tidak butuh bantuan sosial, melain solusi untuk mengatasi permasalahan yang kerap terjadi secara berulang khususnya di musim penghujan ini.

Seperti yang diungkapkan Sekretaris Desa Ciuyah, Sutara. Dirinya yang mewakili empat desa terdampak, menyatakan sudah jenuh atas banjir yang terus berulang. 

Dirinya menegaskan, warga tidak lagi menginginkan bantuan sosial seperti makanan, melainkan solusi konkret agar wilayah mereka terbebas dari banjir.

"Kami ini sudah menjadi langganan banjir, hampir setiap minggu. Penyebab utamanya adalah Sungai Ciberes yang dangkal dan tanggulnya pendek, sehingga air mudah meluap," ujar Sutara.

Sutara juga menagih janji Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung yang sebelumnya berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan banjir di Waled saat kunjungan bersama Pj Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya.

"Janji tinggal janji. Warga kami sekarang mulai panik setiap turun hujan deras. Yang kami butuhkan adalah langkah nyata, seperti normalisasi sungai dan peninggian tanggul," tegas Sutara.

Ditegaskan, warga mendesak BBWS segera merealisasikan janjinya untuk mengatasi banjir di empat desa. 

"Kami menanti langkah konkret dari pemerintah dan BBWS untuk mengatasi banjir agar warga tidak terus hidup dalam kekhawatiran dari ancaman banjir setiap saat," ujarnya. 

Seperti diketahui, akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Cirebon khususnya wilayah timur (Cirtim), membuat sejumlah desa terendam banjir, Sabtu 17 Mei 2025.

Seperti yang menimpa Desa Ciuyah, Kecamatan Waled. Wilayah tersebut terendam banjir dengan ketinggian air mencapai hingga 1 meter.

Menurut Kepala Desa Ciuyah, Wasminta, wilayah yang terendam banjir terjadi di blok 3. Ketinggian air mencapai 750 centimeter hingga 1 meter.

Kategori :