Bahkan, tahun ini segera diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR).
BACA JUGA:7 Mobil Bekas Murah untuk Keluarga Terlaris 2025, Dijamin Irit BBM dengan Kenyamanan Istimewa
BACA JUGA:MGMP PAI SMA Kabupaten Cirebon Prakarsai Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Deep Learning
"Tahun ini diperbaiki. Anggarannya Rp300 juta dari Pagu Indikatif Kecamatan (PIK) melalui aspirasi anggota DPRD hasil Musrenbang tahun kemarin,” kata Kholid, dikutip dari Koran Radar Cirebon.
Diakuinya, kerusakan jalan memang cukup parah. Dari panjang 200 meter, 80 persen dalam kondisi rusak.
Kondisi tersebut dipicu akibat curah hujan yang tinggi selama tiga bulan yang mengakibatkan lapisan aspal terkelupas.
"Kontur tanahnya memang kurang bagus. Harus diurug dulu. Sementara perbaikan jalan masih menggunakan aspal. Harusnya dibeton. Karena jalan Kabupaten Cirebon kerap dilintasi kendaraan di atas 8 ton," ungkapnya.
BACA JUGA:Pascasarjana UNJ Lakukan Pendampingan Implementasi Penerapan AI di Pondok Pesantren Ini
Dijelaskan lebih lanjut, Desa Battembat dikenal sebagai tempat jagal sapi. Tempat hilir mudiknya kendaraan besar.
"Tidak ada kontribusi terhadap pemerintah desa karena langsung ke pemerintah daerah melalui retribusi," ujarnya.
Sementara itu, Pegiat jalan rusak yang juga warga setempat, Dian Kusdianto mengatakan, berdasarkan data yang tersimpan di dalam google foto, jalan rusak di Desa Batembat sejak tahun 2020 hingga kini belum diperbaiki.
Namun, berdasarkan informasi dari pemerintah desa, jalan rusak di Desa Battembat akan diperbaiki tahun ini.
BACA JUGA:Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon Soroti Marak Kasus PMI Unprosedural, Berikut Jawaban Kadisnaker
"Katanya tahun ini tuntas dengan anggaran Rp300 juta," kata Dian.
Dian mengaku, langkah ini sebagai bentuk nyata dari warga Desa Battembat yang sudah cukup geram.
Mengingat kerusakan cukup parah. Tidak sedikit warga mengeluh. Akhirnya, muncul rasa iba di Blok Timur Desa Battembat.