Dana BOS di Cirebon Rawan Penyimpangan, LSM Geram Desak Lakukan Audit

Jumat 18-07-2025,10:30 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Rusdi Polpoke

RADARCIREBON.COM – Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah alias BOS di Kabupaten Cirebon dinilai rawan penyimpangan.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat (LSM Geram), Kasudin.

Baru-baru ini Kasudin menyoroti adanya potensi penyimpangan dalam pengelolaan dana BOS di Kabupaten Cirebon.

Kasudin terang-terangan mengatakan, bahwa belum lama ini pihaknya menemukan indikasi pelanggaran.

BACA JUGA:Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal Disita Petugas

BACA JUGA:Kabupaten Cirebon Akan Bangun Jalan Baru, Nih Titik Lokasinya

Menurut dia, terdapat indikasi bahwa dana BOS yang seharusnya operasional pendidikan dasar dan menengah diduga disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Dana BOS yang semestinya menjadi penopang kegiatan belajar mengajar, justru diduga kerap disalahgunakan oleh oknum di satuan pendidikan,” demikian dikatakan Kasudin kepada wartawan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa LSM Geram telah mencatat sejumlah persoalan yang ditemukan di lapangan.

Antara lain dugaan praktik pungutan liar alias pungli yang kerap terjadi di sejumlah sekolah atau satuan pendidikan. Sasarannya adalah siswa atau orangtua siswa.

BACA JUGA:Pungli Berkedok Retribusi di Cirebon, Stadion Watubelah Jadi Sorotan, Ada yang Ilegal

BACA JUGA:Riset Ipsos 2025: Pengaruh Platform E-Commerce Terhadap Perkembangan UMKM dan Brand Lokal

Dia juga mengungkapkan, temuan adanya praktik nepotisme dalam pengadaan barang atau jasa. 

Menurutnya, pengadaan barang dan jasa cenderung tidak transparan dan berpihak.

Kasudin menambahkan, adanya dugaan mark-up anggaran berupa penggelembungan biaya dalam pelaporan kegiatan atau pengadaan barang.

Kategori :