Pengeboran Minyak Pertama di Indonesia Terjadi di Majalengka, Ini Lokasinya

Kamis 24-07-2025,13:32 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Yuda Sanjaya

Namun, upaya pengeboran yang berlangsung sekitar satu tahun (1871-1872) tersebut, dihentikan karena hasilnya tidak memuaskan.

Selain itu, upaya dalam mencari keberadaan minyak di dalam perut bumi Majalengka itu, Reerink juga kehabisan modal. 

Meski sempat dipasarkan, biaya operasional lebih besar daripada keuntungan yang didapat.

Pada saat itu, kedalaman pengeboran terakhir mencapai 250 meter, dan minyak yang diperoleh belum juga memuaskan karena masih belum cukup dalam.

Naro-sapaan akrab Nana Rohmana--menambahkan, banyak ahli termasuk Profesor Awang Satyana dari Pertamina, menyakini jika sumur di Maja Selatan ini merupakan lokasi pengeboran minyak pertama di Indonesia.

Hal tersebut juga dibenarkan dari artikel majalah GEO Magazine yang menuliskan bahwa sumur di Maja Selatan ini lebih dulu ditemukan daripada yang di Kabupaten Langkat. 

Dijelaskan Naro, PT Pertamina sempat melakukan mengecekan di lokasi pengeboran yang ada di tengah sawah milik warga itu.

Namun hingga kini, sambung Naro, tidak ada kelanjutan dari pihak Pertamina, apakah bakal dilakukan pengeboran lagi atau tidak.

Menurut Naro, pertimbangan potensi kandungan minyak yang tidak banyak setelah diketahui berdasarkan survei modern. 

Ditegaskan Naro, aroma minyak tanah masih tercium kuat dari salah satu sumur yang masih terlihat dari total sembilan titik pengeboran yang sudah tertutup tanah akibat longsor.

Sementara untuk sumur minyak di Kabupaten Langkat, berada sekitar 110 kilometer barat laut dari Medan, Ibu Kota Sumatra Utara. 

Karena dinilai menjadi sumur minyak pertama di Indonesia, keberadaannya disebut sebagai Telaga Tunggal No 1.

Mengutip Dunia Energi, sejarah perminyakan Indonesia dimulai dari lokasi sumur tersebut. Tapi sayangnya, lokasi bernilai sejarah itu kini disebut terbengkalai. 

Aeilko Jans Zijker, adalah sosok yang menemukan sumur minyak bumi pertama di Indonesia. Ia merupakan ahli perkebunan tembakau dari Deli Tobacco Maatschappij, yang pindah dari Jawa ke Sumatra.

Saat melakukan inspeksi di area perkebunan, ia menemukan genangan air yang bercampur dengan minyak bumi. 

Melihat hal tersebut, ia mengambil sampel air dan membawanya ke Jakarta yang saat itu masih bernama Batavia untuk dianalisis Hasilnya, terbukti jika cairan tersebut mengandung minyak sebesar 59 persen.

Kategori :