"Penanggulan dengan cara alami, menebarkan kotoran singa di jejak kaki yang diduga macan tutul, diharapkan mereka mencium bau tersebut dengan terusik ada predator lain," katanya.
Sementara itu, teror terhadap ternak yang diduga serangan anjing liar, terjadi di dua kecamatan. Pada 7-10 Februari, 4 peternak kehilangan 6 ekor kambing di desa Cengal.
Disusul 2 peternak yang mengalami hal serupa, yakni 9 ekor mati pada tanggal 15 Februari.
Kemudian, pada tanggal 21 Juli 2024, di desa Silebu, kecamatan Pancalang, 7 peternak kehilangan 9 ekor kambing yang disinyalir dimangsa anjing liar.