“Mereka menggunakan modus baru dengan melibatkan anak di bawah umur. Ini harus kita cermati bersama. Mari kita lawan provokasi di media sosial dengan konten positif yang kita miliki,” katanya.
BACA JUGA:Seruan Damai dari Bupati Majalengka: Kota Angin Rumah Bersama!
BACA JUGA:Pemuda Bawa Sajam Diamankan di Majalengka, Ngaku Mau Ikut Demo 1 September
Walikota Cirebon Effendi Edo dalam kesempatan itu menyampaikan dukungan penuh pemerintah terhadap langkah pengamanan yang dilakukan TNI-Polri.
“Kami siap membantu dari sisi logistik. Pendataan siswa yang bolos sekolah juga harus segera dilakukan, karena bisa menjadi indikasi awal adanya potensi aksi,” jelasnya.
Ketua DPRD Kota Cirebon, Andrie Sulistio, S.E, yang juga hadir, menilai kerusuhan sebelumnya merupakan murni tindakan penjarahan.
“Saya melihat langsung, itu bukan demonstrasi karena tidak ada aspirasi yang disampaikan. Barang-barang banyak yang rusak dan hilang. Saya sarankan ormas, LSM, dan OKP ikut menjaga keamanan bersama TNI-Polri,” tegasnya.
Danlanal III Cirebon Letkol Laut (P) Faisal Yanova Tanjung, S.E., M.Tr.Opsla menambahkan bahwa sejak awal massa memang berniat melakukan penjarahan.
“Kota Cirebon dianggap sebagai pusat perekonomian wilayah tiga. Itu sebabnya mereka mengincar kota ini. Tapi TNI-Polri sudah siap menghadapi situasi apapun,” katanya.
Rapat tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Kota Cirebon Damai oleh Forkopimda, jajaran instansi terkait, serta perwakilan ormas, LSM, dan OKP.
Dalam deklarasi tersebut, seluruh elemen masyarakat berkomitmen menjaga persaudaraan, menolak segala bentuk anarkisme, dan bersama-sama mewujudkan Kota Cirebon yang aman, damai, dan harmonis.
Perwakilan ormas yang turut serta dalam deklarasi, Ahmad Fauzi, menyampaikan orasinya mewakili elemen masyarakat.
“Kami siap mendukung aparat keamanan. Kota Cirebon ini rumah kita bersama. Tidak boleh ada yang merusaknya. Mari kita jaga dengan kebersamaan,” serunya disambut tepuk tangan peserta rapat.
Wakil Walikota Cirebon, Hj. Siti Farida Rosmawati, S.Pd.I, juga menyampaikan apresiasinya.
"Saya melihat kekhawatiran masyarakat, khususnya para pengusaha transportasi. Melalui rapat ini, saya optimis situasi akan pulih dan roda perekonomian bisa berjalan kembali,” ucapnya.
Dengan adanya rapat koordinasi dan deklarasi damai tersebut, Forkopimda sepakat mengambil langkah-langkah strategis, di antaranya penguatan sistem keamanan lingkungan (siskamling), penyekatan di sejumlah titik rawan, serta penerbitan surat edaran agar aksi unjuk rasa menggunakan atribut resmi untuk memudahkan pengawasan.