Kerjasama ini berlaku efektif selama lima tahun hingga 15 September 2030.
"Dengan langkah ini diharapkan dapat membantu kami saling memahami tren dan peluang kerja sama Pariwisata yang lebih luas," ujarnya.
Lanjutnya, dalam ICCD 2025 turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kamar Dagang dan Pembangunan Islam, Youssef Hassan Khalawi, Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Transportasi Maritim Arab, Dr. Ismail Abdel Ghaffar, Ketua Umum Federasi Kamar Dagang Mesir, Ahmed Al-Wakil, dan delegasi dari beberapa negara.
Dalam kesempatan tersebut turut diperkenalkan tentang Kamar Dagang dan Pembangunan Islam, Pengumuman Seri Model Terbaik Kewirausahaan di Afrika, Peluncuran Laporan Perjanjian Perdagangan Terpenting di Negara-Negara Organisasi Kerjasama Islam, serta Pertemuan Bilateral Sesi Pengenalan dan Networking.
Pihaknya pun turut berterimakasih kepada KBRI Mesir yang telah menerima dengan baik kedatanagannya hingga kembali ke tanah air.
Penerimaan selama acara ICCD berlangsung sangat baik dengan turut mempertemukan beragam pengusaha untuk menggali peluang bisnis yang ada.
"Meski Duta Besar Lutfi Rauf berhalangan hadir karena kondisi kesehatannya, namun penerimaan tetap luar biasa saya terima, terimakasih kepada emua pihak yang telah membantu dalam pertemuan ini, semoga peluang bisnis ini bisa menjadi sesuatu yang baik untuk pertumbuhan ekonomi islam Indonesia ke depan," tukasnya.