Disperdagin ke Cirebon Timur Pastikan Tak Ada Beras Oplosan: Beras Premium Memang Beda

Jumat 26-09-2025,12:30 WIB
Reporter : Samsul Huda
Editor : Tatang Rusmanta

BACA JUGA:JNE Resmi Jadi Official Logistics Partner Konser Snada Indonesia, Dukung Industri Musik dan Budaya

Feni juga mengimbau masyarakat agar lebih memahami perbedaan beras biasa dengan beras premium yang kini banyak beredar di pasaran, terutama di jaringan ritel modern.

Sementara itu, Analis Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Cirebon, Sunarma, menjelaskan beras premium yang dijual di minimarket dengan merek tertentu seharga Rp90 ribu per 5 kg merupakan campuran antara beras umum dengan cernels beras. 

“Komposisi cernels hanya sekitar 1 persen, tetapi kaya kandungan gizi seperti vitamin B6, B9, B12, mineral, zat besi, dan zinc,” paparnya. Menurutnya, keberadaan beras premium ini memiliki tujuan khusus, yakni membantu pencegahan stunting. 

Produk tersebut juga sudah mengantongi klaim mutu dari pabrik serta sertifikat Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang terdaftar di Badan Pangan Nasional (Bapanas). “Beras ini diproduksi di Grobogan, Jawa Tengah. Sudah resmi beredar dengan standar keamanan pangan,” tandasnya. 

Terpisah, perwakilan ritel modern, Pramusti menjelaskan beras premium tersebut mengandung campuran beras biasa dengan 1% kernels beras. Yaitu butiran beras hasil rekayasa dari tepung beras yang diperkaya vitamin dan mineral, seperti vitamin B6, B9, B12, zat besi, dan zinc.

Beras tersebut bukan oplosan. Melainkan produk beras fortifikasi yang ditujukan untuk meningkatkan gizi masyarakat, termasuk pencegahan stunting. 

“Kernels itu bukan plastik, melainkan butiran dari tepung beras yang dicetak dan difortifikasi. Produk kami sudah melalui standar keamanan pangan,” tukasnya.

 

Kategori :