Karena itu ada dua pola yang kami siapkan. Pertama, relokasi bagi warga yang rumahnya sudah hancur atau terancam parah. Kedua, bagi yang masih agak jauh dari titik abrasi, kita bantu perbaikan rumahnya,” jelasnya.
BACA JUGA:Kesehatan Menurun, Kuasa Hukum Minta Azis Diperiksa Dokter Pribadi di Rutan
BACA JUGA:Program MBG Fokus Peningkatan Kualitas, KDM Dorong Dapurnya Ada di Sekolah
Pemkab Majalengka juga akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung untuk memperkuat tanggul dan menahan laju abrasi.
Menurut Eman, BBWS telah menyatakan kesiapannya melakukan penanganan darurat.
“Kami juga akan mengajukan bantuan ke BNPB di Jakarta. Jangan sampai ditunda, karena musim hujan sebentar lagi bisa memperburuk keadaan,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah desa dan kecamatan diminta segera membentuk tim pendataan untuk memastikan jumlah warga yang harus direlokasi.
Lokasi relokasi pun tengah dipertimbangkan agar tidak jauh dari Desa Ampel, sesuai keinginan masyarakat.
“Ada tanah milik warga di sebelah timur desa yang kemungkinan bisa dibeli pemerintah untuk relokasi. Mudah-mudahan ini jadi solusi terbaik,” ucap Eman.
Sementara itu, Kepala Desa Ampel, R Opendi, mengapresiasi kunjungan bupati.
Ia menuturkan, sejak menjabat pada 1998, baru kali ini ada bupati yang meninjau langsung abrasi Cimanuk di wilayahnya.
“Setiap tahun kami melaporkan dampak abrasi, tapi tidak pernah ada tindak lanjut. Alhamdulillah sekarang Pak Bupati datang sendiri. Harapan kami, solusi yang ditawarkan segera direalisasikan, karena ada sekitar 60 rumah yang sudah jadi korban,” ungkapnya.
Menurut Opendi, warga Ampel selama ini hanya bisa pasrah menghadapi bencana.
Beberapa warga sudah kehilangan rumah, sementara lainnya masih bertahan meski sebagian bangunannya sudah tergerus air.
“Kami berharap pemerintah segera menyiapkan relokasi, agar warga tidak lagi hidup dalam ketakutan setiap kali musim hujan datang,” katanya.
Abrasi Sungai Cimanuk di Desa Ampel sendiri bukanlah hal baru. Sejak akhir 1990-an, erosi tebing sungai perlahan menggerus lahan pertanian dan permukiman.