JAKARTA, RADARCIREBON.COM - Keamanan pangan menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanis S Deyang dalam acara "Upaya Meningkatkan Kualitas Gizi Bangsa melalui MBG" di Jakarta, Kamis 23 Oktober 2025.
Dia menyebutkan, fokus utama program MBG adalah memberikan anak-anak Indonesia makanan yang bergizi agar tumbuh secara optimal, sehingga makanan yang disajikan harus aman, sehat, dan bergizi seimbang.
BACA JUGA:Ratusan Pengusaha di Jabar Sampaikan Aspirasinya kepada Dedi Mulyadi
BACA JUGA:Begini Respon Wapres Gibran Rakabuming Raka Usai Mendengarkan Aspirasi Nelayan Citemu Cirebon
BACA JUGA:Indonesia dan Brazil Sepakati 8 Perjanjian Kerja Sama Penting yang Saling Menguntungkan, Apa Saja?
“Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tata Kelola MBG telah ditandatangani dan segera diterbitkan sebagai acuan nasional."
"Kami memastikan standar keamanan pangan berlaku di seluruh SPPG,” ujarnya.
Nanik menjelaskan, operasional satuan pelaksana program gizi (SPPG) diatur dalam tiga giliran kerja untuk menjamin mutu mulai dari proses memasak hingga distribusi makanan.
Seluruh tahapan dilakukan berdasarkan standar keamanan pangan, memastikan makanan sampai ke anak-anak dalam kondisi layak konsumsi.
BACA JUGA:Serahterima PSU Perumahan Bumi Arumsari Cirebon Digantung, Warga Sampaikan Ultimatum
BACA JUGA:Inilah Aspirasi Nelayan Citemu Cirebon kepada Wapres Gibran Rakabuming Raka
BACA JUGA:Mulai 2026, Insentif Tenaga Pendidik Non-ASN Naik Menjadi Rp400 Ribu Perbulan
Sementara ditempat yang sama, peneliti BRIN, Satriyo Krido Wahono, secara teknis menyoroti pentingnya pengaturan suhu bahan baku dan proses masak dalam skala besar.
“Edukasi dan pengawasan suhu rantai produksi adalah kunci memastikan makanan tetap aman,” tegasnya.