Koseindo bukan sekadar komunitas olahraga. Ini jembatan komunikasi. Di atas sepeda, pangkat dan jabatan hilang. Semua sama. Semua berpeluh. Semua berjuang menempuh jarak yang sama.
Menurut Supriyantoro, dari kebersamaan itulah tumbuh kedekatan baru di antara para tenaga kesehatan. “Lewat gowes, koordinasi jadi lebih mudah,” katanya. “Hubungan antar rumah sakit lebih cair," imbuhnya.
Ia ingin pola itu diterapkan di seluruh kota. Termasuk Cirebon. Karena era sekarang bukan lagi soal membawa bendera masing-masing, tapi soal berangkulan.
Malam itu, Koseindo juga mengukuhkan dr Moehamad Irfan SpOG MARS sebagai Ketua Koseindo Cabang Cirebon. Dewan pembina/penasehat dr Hendry Suryono MARS. Mustika Aditya dan Sumiati SE sebagai sekretaris dan bendahara.
BACA JUGA:Kisah Kapal SPPG Nyeberang Laut Antarkan MBG untuk 951 Anak-Anak Pulau
Dokter Irfan adalah goweser sejati. Ia ikut mengayuh dari Jakarta hingga Cirebon. “Lumayan juga 235 kilometer,” ujarnya.
Sebagai pengurus baru, Irfan bertekad menjadikan Koseindo Cirebon lebih aktif. Ia ingin menggandeng berbagai klub sepeda di Cirebon --baik dari rumah sakit, puskesmas, maupun komunitas umum-- untuk gowes bersama. “Gowes bukan cuma olahraga. Tapi cara kita saling mengenal," ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa rombongan Tour de Jakarta-IKN membawa misi besar: pencegahan penyakit paru-paru, penghijauan, dan edukasi hidup sehat. Setelah pelantikan, ia berjanji akan menyusun program kerja konkret agar semangat itu berlanjut di Cirebon.
Auditorium RS Pertamina Cirebon malam itu penuh warna. Seragam kuning/biru-loreng Koseindo memenuhi ruangan. Proyektor bertuliskan Tour de Jakarta-IKN 2025 menyorot tembok. Tidak ada protokoler kaku. Tidak ada jarak antara tamu dan tuan rumah. Semua bercampur. Semua larut dalam rasa bangga.
BACA JUGA:KDM Lepas Ekspor Perdana Sepatu On Cloud Running dari Majalengka ke 6 Negara
Etape Cirebon hanyalah awal dari perjalanan panjang menuju IKN. Setelah istirahat semalam, rombongan melanjutkan perjalanan ke Tegal, Semarang, Surabaya, lalu menyeberang ke Balikpapan. Total jarak: 1.500 kilometer.
Koseindo membuktikan, semangat kepahlawanan tak hanya di medan perang. Ia bisa hadir di atas sepeda. Di jalan panjang yang basah. Dalam tubuh yang lelah tapi hati yang penuh tekad.
Tour de Jakarta-IKN bukan perlombaan. Bukan pula ajang pamer kekuatan. Ini perjalanan tentang makna. Tentang gotong royong di dunia kesehatan. Tentang manusia yang ingin lebih sehat dan lingkungan yang lebih hijau.
Dari Monas ke Cirebon, dari Cirebon ke IKN, mereka mengayuh membawa pesan: hidup sehat, saling peduli, dan tidak menyerah pada jarak.
BACA JUGA:WOW! Dalam 2 Tahun Kasus Stunting di Kabupaten Cirebon Turun 5 Persen
Hujan boleh turun. Jalan boleh basah. Tapi semangat itu tak bisa padam. Karena mereka tahu, Indonesia yang sehat harus terus dikayuh bersama.