Situasi makin padat ketika kendaraan mulai memasuki pertigaan Desa Pasuruan menuju lapangan bola setempat yang menjadi lokasi acara.
Tak hanya di jalan utama, kepadatan juga merembet hingga jalan-jalan kecil dan gang yang biasa digunakan warga sebagai jalur alternatif.
Banyak pengendara yang akhirnya memilih mencari rute berbeda setelah melihat kondisi lalu lintas tak kunjung membaik.
“Macet parah, putar balik saja, Mas,” teriak seorang pengendara motor kepada pengguna jalan lain yang masih mencoba melaju ke arah lokasi konser.
Pengendara lain bernama Rudi mengaku tak menyangka kemacetan akan sepanjang itu. “Saya mau ke Losari, tapi jalannya merayap. Akhirnya saya ambil rute lain,” ujarnya.
Seorang warga Desa Dukuh Widara yang ikut membantu mengarahkan kendaraan di jalur alternatif menyebut kemacetan sudah terjadi sejak siang hari.
Sebelumnya, sejak Kamis 1 Januari 2026, berbagai titik di wilayah Cirebon tampak dipadati warga yang ingin melihat langsung sang idola.
Kemacetan juga dilaporkan terjadi di beberapa titik lain seperti Suranenggala menuju Gunung Jati, Alun-alun Kota Cirebon. (*)