CIREBON, RADARCIREBON.COM — Wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD dinilai berpotensi mengubah arah demokrasi di Indonesia sekaligus memanaskan peta persaingan politik menjelang Pemilu 2029.
Pengamat politik Arifki Chaniago menilai, perubahan mekanisme Pilkada bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bagian dari strategi politik besar yang dapat membatasi ruang lahirnya tokoh-tokoh baru di tingkat nasional.
“Pilkada langsung selama ini menjadi jalur utama lahirnya figur nasional. Presiden Joko Widodo, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama, hingga Sandiaga Uno merupakan produk legitimasi rakyat."
BACA JUGA:Bukan Langkah Mundur, Anggota DPR RI Ini Jelaskan Alasan Pilkada Langsung Perlu Dievaluasi
BACA JUGA:Guntur Romli Ungkap Sikap PDI Perjuangan: Pilkada Tetap Langsung, Bukan via DPRD!
"Jika mekanisme Pilkada dikembalikan ke DPRD, maka ruang regenerasi kepemimpinan itu berpotensi terhenti,” ujar Arifki, Jumat 2 Januari 2026.
Ia mengingatkan, berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi, pelaksanaan Pilkada berikutnya baru akan digelar pada 2031 atau dua tahun setelah Pemilu 2029.
Kondisi tersebut, kata dia, akan memperbesar taruhannya pada Pemilu legislatif mendatang.
“Artinya, hasil Pileg 2029 bukan hanya menentukan komposisi parlemen, tetapi juga siapa yang memiliki kendali atas Pilkada berikutnya. Pertarungan politik ke depan akan jauh lebih keras dan penuh kalkulasi,” katanya.
Menurut Arifki, skema Pilkada melalui DPRD berpotensi melahirkan dominasi partai-partai besar dalam kontestasi politik nasional.
Pilkada dinilai sebagai mesin elektoral yang strategis karena kepala daerah memiliki peran penting sebagai simpul kekuasaan sekaligus logistik politik.
“Jika mesin ini dikuasai sepenuhnya oleh partai besar, maka dampaknya bisa mengunci konfigurasi kekuasaan hingga Pemilu 2034. Partai kecil dan menengah akan semakin sulit bersaing,” ujarnya.
BACA JUGA:Prabowo dan Bahlil Usulkan Pilkada Kembali ke DPRD, Berikut Alasan Kedua Pimpinan Parpol Ini
BACA JUGA:Partai NasDem Pede Jadi Poros Baru di Pilkada Mendatang, Targetkan Kursi Bupati Cirebon