CIREBON, RADARCIREBON.COM — Mengantisipasi potensi bencana alam yang dipicu cuaca ekstrem, Korem 063 Sunan Gunung Jati (SGJ) menggelar rapat koordinasi mitigasi bencana secara virtual, Kamis 8 Januari 2026.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Danrem 063 SGJ Kolonel Inf Hista Soleh Harahap SIP MIP MHan dari Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Korem 063 SGJ.
Rakor tersebut melibatkan jajaran Dandim di wilayah teritorial Korem 063 SGJ serta unsur Forkopimda tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.
BACA JUGA:Bukan Pesta Kembang Api! Warga Asrama Korem Ini Rayakan Tahun Baru dengan Cara Bikin Haru
BACA JUGA:Sinergi Budaya : Korem 063/SGJ dan Keraton Kacerbonan Perkuat Warisan Leluhur Cirebon
Sejumlah instansi teknis turut dihadirkan sebagai narasumber, di antaranya Stasiun Klimatologi Provinsi Jawa Barat, BMKG, dan BPBD Provinsi Jawa Barat.
Dalam pemaparannya, BPBD Provinsi Jawa Barat menyampaikan materi terkait implementasi mitigasi dan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.
Materi ini menyoroti meningkatnya potensi bencana akibat curah hujan tinggi, angin kencang, banjir, dan tanah longsor, sehingga diperlukan kesiapan lintas sektor, termasuk aparat kewilayahan.
Sementara itu, Stasiun Klimatologi Jawa Barat dan BMKG memaparkan peran data dan informasi cuaca dalam mendukung langkah mitigasi di lapangan.
Kolaborasi antara BMKG dan TNI dinilai strategis, khususnya dalam penyebaran peringatan dini (early warning system) hingga ke tingkat desa melalui Babinsa dan aparat teritorial lainnya.
Danrem 063 SGJ Kolonel Inf Hista Soleh Harahap menegaskan, penanganan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial.
BACA JUGA:Di Hadapan Presiden, Danrem 063/SGJ Terima Penghargaan Swasembada Pangan 2025
BACA JUGA:Danrem 063 SGJ Tinjau Sawit di Pasaleman, TNI Siap Bantu Pencabutan dan Tanam Ulang
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama untuk menekan risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat.
“Mitigasi bencana merupakan tanggung jawab bersama. Dibutuhkan koordinasi dan kolaborasi seluruh unsur agar penanggulangan bencana dapat berjalan cepat, tepat, dan efektif demi keselamatan warga,” tegas Danrem dalam arahannya.