Selain Ban Bersayap, jenis kecap legendaris lain dari Majalengka yang masih bertahan di tengah persaingan industri besar adalah Kecap Maja Menjangan dan Kecap Segitiga. Proses pemasaran dilakukan dengan cara tradisional, termasuk pengiriman menggunakan sepeda dan stok botol yang diperbanyak menjelang musim hujan.
Sayangnya, jumlah pabrik kecap rumahan terus menurun karena persaingan pasar dengan produk pabrikan sekaligus perubahan konsumsi masyarakat.
Namun, kecap legendaris Majalengka tetap dipertahankan sebagai oleh-oleh khas dan simbol warisan kuliner lokal yang membanggakan. Dengan rasa manis, gurih, dan aroma gula aren yang khas, kecap Majalengka, terutama Ban Bersayap, tidak hanya menjadi pelengkap masakan, tetapi juga bagian dari identitas dan nilai budaya masyarakat Majalengka.
Artikel ini dibuat oleh Rizki Ainun Ni’mah mahasiswa magang dari Universitas Aisyiyah Yogyakarta.
BACA JUGA:Kawal El Clasico Persib vs Persija! Polda Jabar Ambil Komando, 3.000 Personel Gabungan Dikerahkan