"Polemik ini muncul karena ada beban masa lalu yang harus diselesaikan. Setelah bertemu, ternyata tujuan kita sama,” ungkapnya.
Pernyataan serupa disampaikan Asep Sholeh Fakhrul Insan. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar menyelesaikan konflik, melainkan merajut kembali kepercayaan demi masa depan PSIT Cirebon.
“Malam ini adalah pertemuan kakak dan adik yang sama-sama gila bola. Abang Aljun adalah guru dan kakak kami."
"Beliau yang merawat PSIT hingga bisa berprestasi seperti sekarang. Itu tidak boleh dilupakan, justru harus diapresiasi,” tegasnya.
BACA JUGA:Klub Tertua di Jabar Ini Punya Bos Baru, PSIT Cirebon Siap Bangkit dari Liga 4
Pria yang akrab disapa Kang Asep ini mengakui dirinya masih minim pengalaman dibandingkan Aljun, namun dirinya optimistis jika pengalaman dan semangat disatukan, PSIT bisa melangkah lebih jauh.
“Tujuan kita satu yaitu Cirebon, Majalengka, dan Ciayumajakuning harus punya sepak bola yang bisa menembus level nasional yaitu masuk Liga 1 PSSI."
"PSIT harus bangkit, maju, dan tidak boleh mundur lagi. Tidak ada yang salah dari kedua belah pihak, hanya komunikasi yang harus kita satukan,” ucapnya.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa PSIT Cirebon siap memasuki babak baru, dengan semangat persatuan, kolaborasi, dan visi besar membawa sepak bola daerah kembali berjaya di kancah nasional. (rdh)