Produk berbahan dasar kelapa tersebut merupakan hasil karya warga binaan yang telah melalui proses pembinaan dan pendampingan berkelanjutan.
Keberhasilan ekspor ini menjadi bukti bahwa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi dan berdaya saing di pasar internasional.
Dandim 0614 Kota Cirebon, Letkol Arm Drajat Santoso SKom, menyampaikan bahwa TNI siap mendukung penuh program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian yang dilaksanakan berbagai instansi, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.
Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan kementerian terkait merupakan kunci keberhasilan program strategis nasional.
“Pemanfaatan lahan di lingkungan lapas untuk pertanian dan perikanan tidak hanya berkontribusi pada ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter, keterampilan, dan kemandirian warga binaan agar memiliki bekal positif saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengapresiasi pelaksanaan program ketahanan pangan di Lapas Kelas I Cirebon.
Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing.
BACA JUGA:535 Kasus Korupsi Kades di 2025, Kejaksaan: Ini Sinyal Bahaya
Kegiatan panen raya dan pelepasan ekspor ini berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
Seluruh pihak yang hadir memberikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor yang dinilai mampu memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat luas dan perekonomian daerah.
Program ketahanan pangan berbasis pemasyarakatan ini diharapkan dapat menjadi model nasional dalam mengoptimalkan potensi lapas sebagai pusat pembinaan produktif, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekspor produk unggulan Indonesia. (*)