“Minimal ada pembaruan dan diumumkan. Siapa penerima BPJS, BPNT, dan bansos lainnya, tempel di papan pengumuman," tegasnya.
Iis menambahkan, sistem yang tertutup justru membuat kesalahan data terus berulang. Ia mengaku pernah secara terbuka mengumumkan penerima bansos yang berasal dari kalangan aparatur negara hingga tenaga medis.
“Kalau diam-diam tidak akan ketahuan. Dulu PNS yang menerima bansos saya umumkan, bahkan ada 33 dokter. Setelah diumumkan, mereka malu sendiri,” pungkasnya. (sam)