Selain berdampak pada pertumbuhan tanaman, kelangkaan pupuk ZA non subsidi juga dinilai menambah beban biaya produksi.
Petani terpaksa mencari pupuk alternatif dengan harga lebih mahal atau menunda pemupukan yang berisiko merugikan di kemudian hari.
Para petani pun berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah, segera turun tangan mengatasi persoalan tersebut.
Mereka meminta adanya kepastian distribusi dan ketersediaan pupuk, khususnya pupuk ZA non subsidi, agar kebutuhan petani dapat terpenuhi tepat waktu.
“Kami berharap pemerintah segera mencari solusi, jangan sampai petani terus dirugikan. Kalau pupuk tersedia sesuai kebutuhan, hasil panen juga bisa maksimal,” harap Syafii.
Kelangkaan pupuk ini dikhawatirkan tidak hanya berdampak pada pendapatan petani, tetapi juga pada ketahanan pangan dan sektor pertanian di wilayah Cirebon Timur jika tidak segera ditangani secara serius. (*)