Selain kandungan gizi, aspek kemasan juga menjadi perhatian. Makanan akan dikemas secara sederhana namun higienis agar mudah dibawa pulang oleh siswa yang menjalankan puasa. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program MBG selama Ramadan.
BACA JUGA:Kapolsek Depok Ungkap Modus Hunting, Motor Terparkir Jadi Sasaran Maling
BACA JUGA:Viral! Operasional Masjid Agung Sumber Rp400 Juta, Punya Menara Setinggi 13 Lantai
Tak hanya soal menu, teknis penyaluran juga menjadi bagian penting dari persiapan. Pihak SPPG Sindang 2 mulai berkoordinasi dengan sekolah-sekolah penerima manfaat untuk menyesuaikan waktu distribusi makanan dengan aktivitas belajar mengajar selama Ramadan.
“Distribusi bisa saja dilakukan setelah pukul 12.00 atau mengikuti kebijakan masing-masing sekolah. Prinsipnya, kami siap menyesuaikan dengan kondisi di lapangan dan arahan resmi dari BGN,” kata Kasan.
Kasan juga menyadari bahwa pelaksanaan MBG di bulan Ramadan berpotensi menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.
Namun ia optimistis pemerintah melalui BGN akan menyiapkan kebijakan yang matang dan berpihak pada kepentingan anak-anak.
“Tujuan MBG sangat jelas, yaitu menjaga dan meningkatkan asupan gizi anak. Kami yakin kebijakan yang diambil nanti akan mempertimbangkan semua aspek, termasuk kondisi sosial dan keagamaan,” ujarnya.
Saat ini, pihak SPPG masih menunggu petunjuk teknis resmi dari BGN sebagai acuan utama.
Namun demikian, langkah persiapan yang dilakukan sejak dini diharapkan dapat membuat pelaksanaan MBG selama Ramadan tetap berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi para siswa.