23 Marinir Belum Ditemukan usai Longsor di Cisarua Bandung Barat, Ini Daftarnya

Senin 26-01-2026,09:23 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Tatang Rusmanta

RADARCIREBON.COM – Bencana longsor menimpa lokasi latihan militer di kawasan Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. 

Peristiwa ini terjadi saat personel Batalion Infanteri 9 Marinir “Beruang Hitam” Lampung tengah melaksanakan latihan pra satuan tugas (pra satgas). 

Informasi terbaru diterima, sebanyak 23 personel TNI Angkatan Laut dilaporkan masih hilang kontak.

Longsor diduga kuat dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Cisarua secara terus-menerus sejak Kamis, 22 Januari 2026, hingga Jumat dini hari. 

Kondisi tanah yang labil menyebabkan material longsoran menimbun area latihan yang digunakan sebagai titik ambush oleh beberapa tim marinir.

Latihan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pra Satgas Gobang 7, di mana pada Jumat, 23 Januari 2026, seluruh personel menerima perintah untuk melaksanakan latihan taktis ambush dalam rangka pengamanan dukungan logistik. 

Latihan ini dijadwalkan berlanjut hingga Sabtu, 24 Januari 2026.

Setiap tim (TK) menempati titik koordinat ambush yang telah ditentukan oleh satuan tugas berdasarkan titik terdekat dari Landing Zone (LZ) yang sebelumnya disiapkan oleh Kolat Pusdiklatpasus. 

Sebelum menempati posisi, masing-masing titik telah dilakukan penyelidikan oleh patroli keamanan.

Seluruh personel mulai menempati titik ambush pada pukul 20.00 WIB. Mereka dibekali alat komunikasi lengkap, mulai dari telepon genggam, HT dual mode, HT Hytera, hingga HT Wylan, serta dukungan logistik selama pelaksanaan latihan.

Namun sekitar pukul 03.00 WIB, longsor terjadi di beberapa titik lokasi latihan, termasuk area yang ditempati Tim Khusus (TK) Asiafsaman dan TK Fuog. Sejak saat itu, komunikasi dengan kedua tim terputus total.

Hingga pukul 10.00 WIB, 15 personel TK Fuog di bawah pimpinan Serka Marinir Apriansyah dan 8 personel TK Asiafsaman yang dipimpin Serda Marinir Riswan belum berhasil dihubungi, baik melalui HP maupun HT. 

Upaya pencarian langsung dilakukan oleh satuan gabungan.

Tim pencari dipimpin langsung oleh Dansatgas Gobang 7, berkoordinasi dengan Kolat dari Pusdiklatpasus. 

Pencarian difokuskan pada titik koordinat terakhir yang diketahui, yakni Koordinat 48 M 781795 9249275 dan 48 M 781266 9249283.

Kategori :