Puasa Ramadan 2026 Dimulai Kapan? Kemenag Gelar Sidang Isbat 17 Februari Mendatang

Jumat 30-01-2026,02:01 WIB
Reporter : Moh Junaedi
Editor : Rusdi Polpoke

JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Kementerian Agama (Kemenag) RI memastikan akan menggelar Sidang Isbat penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah pada 17 Februari 2026. 

Sidang ini menjadi penentu resmi dimulainya ibadah puasa Ramadan bagi umat Islam di Indonesia.

Sidang Isbat dijadwalkan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta, dan akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. 

BACA JUGA:Ramadan Tinggal Hitungan Minggu, Muhammadiyah Sudah Tetapkan Awal Puasa, Catat Tanggalnya Ya!

BACA JUGA:Tok! Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026

Seperti tahun-tahun sebelumnya, hasil sidang isbat akan diumumkan secara terbuka kepada masyarakat melalui konferensi pers.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa Sidang Isbat akan dihadiri oleh berbagai unsur penting. 

Mulai dari perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), DPR RI, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), para ahli falak, hingga perwakilan kedutaan besar negara-negara Islam.

“Sidang Isbat ini melibatkan banyak pihak agar keputusan yang diambil memiliki dasar ilmiah, syar’i, dan legitimasi yang kuat,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Kamis 29 Januari 2026.

Ia menjelaskan, terdapat tiga rangkaian utama dalam pelaksanaan Sidang Isbat penentuan awal Ramadan. 

Tahap pertama adalah pemaparan data astronomi terkait posisi hilal berdasarkan metode hisab. 

BACA JUGA:Cek Besaran Zakat Fitrah 2026 dan Perbedaan Awal Puasa Versi Muhammadiyah dan Kemenag

Data ini menjadi dasar awal untuk mengetahui kemungkinan terlihatnya hilal pada akhir bulan Syakban.

Tahap kedua adalah verifikasi hasil rukyatul hilal yang dilakukan di 37 titik pemantauan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. 

Rukyatul hilal dilakukan oleh petugas Kemenag bersama para ahli falak dan instansi terkait, dengan memanfaatkan peralatan observasi astronomi.

Kategori :