Ekonomi 2026 Diprediksi Lebih Berat, Pakar Soroti Gejolak Global dan Harga Emas

Senin 02-02-2026,19:35 WIB
Reporter : Apridista S Ramdhani
Editor : Moh Junaedi

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Tantangan ekonomi di tahun ini diprediksi jauh lebih berat dibandingkan tahun lalu. Gejolak geopolitik dunia menjadi salah satu faktornya.

Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Gunung Jati (Wadek I FEB UGJ) sekaligus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Moh Yudi Mahadianto SE MM MPM CAP menuturkan di awal tahun 2026 kondisi ekonomi masih terlihat berat, hal ini terlihat dari gejolak geopolitik yang terjadi masih sangat luar biasa. 

Di awal tahun juga, harga emas tiba-tiba melejit luar biasa hingga pada penghujung Januari 2026 berada di harga Rp3.120.000 per gram. 

BACA JUGA:Jangkau 5.245 Desa BRILiaN, BRI Perluas Dukungan bagi Pengembangan Ekonomi Desa

Berdasarkan laporan World Gold Council (WGC), Bank Sentra Dunia juga saat ini turut berbondong-bondong memborong emas hingga tembus 500ton lebih. 

Permintaan investasi yang masih besar inilah yang membuat harga emas menguat.

"Ketidakpastian geopolitik juga turut membuat sejumlah Bank Sentra Dunia memborong emas, kini permintaan emas baik batangan maupun digital (elektronik) terus meningkat," ucapnya. 

Meski harga emas menguat di awal tahun, dalam beberapa hari menutup bulan Januari 2026, harga emas justru anjlok. 

Penurunan bahkan mencapai sekitar Rp200ribu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami penurunan. 

Ironisnya nilai tukar rupiah ikut terseret dalam tren pelemahan menyusul amblesnya IHSG dalam dua hari beruntun akibat faktor sentimen global. 

BACA JUGA:Gus Asyrof Dorong KDKMP Jadi Tulang Punggung Penguatan Ekonomi Desa

"Awal tahun ini ekonomi sedang tidak baik-baik saja, gejolak ekonomi ini juga dibarengi dengan pengunduran diri petinggi BEI dan OJK," ungkapnya.

Lanjutnya, baik ekonomi dunia maupun nasional masih berperang dengan gejolak geopolitik. 

Namun, investasi pada emas dan pasar modal diprediksi masih akan tetap cemerlang ke depan. 

Walau di awal tahun ini sedikit bergejolak, diprediksi dua instrumen investasi ini masih tetap menjanjikan di tahun ini. 

Kategori :