Eman juga menyoroti peran penting pembangunan infrastruktur dalam meningkatkan daya tarik investasi.
BACA JUGA:MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, UU Perkawinan Tetap Berlaku
BACA JUGA:BKPSDM Ungkap Detail Hukuman ASN dalam Kasus Mobil Bergoyang
Keberadaan kawasan industri, pembangunan infrastruktur dasar, hingga Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dinilai menjadi faktor strategis yang memperkuat aksesibilitas dan konektivitas wilayah Majalengka.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Majalengka, Ucu Sumarna, menyampaikan bahwa realisasi investasi sepanjang 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Realisasi investasi Majalengka terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Ini menandakan kepercayaan investor, baik PMDN maupun PMA, masih terjaga dengan baik,” ujar Ucu.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing investasi.
Di antaranya melalui penyederhanaan perizinan, percepatan layanan investasi, serta penguatan promosi potensi unggulan daerah.
Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian berusaha sekaligus meminimalkan hambatan birokrasi.
Ke depan, Pemkab Majalengka juga mendorong pemerataan investasi agar tidak hanya terpusat pada sektor tertentu.
Pemerintah daerah menargetkan investasi yang menyasar sektor padat karya, penguatan ekonomi lokal, serta sektor-sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi.
Dengan capaian investasi Rp3,36 triliun sepanjang 2025, Majalengka diharapkan mampu memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, kontribusi ini juga diharapkan dapat memperkuat pembangunan ekonomi Jawa Barat secara keseluruhan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Majalengka secara berkelanjutan.