Setelah perbaikan rampung, sistem distribusi air tidak bisa langsung kembali normal.
Proses stabilisasi tekanan dan aliran ke pelanggan membutuhkan waktu tambahan.
“Pekerjaan perbaikannya satu sampai dua hari. Namun setelah itu ada proses normalisasi aliran air yang diperkirakan bisa mencapai sekitar satu minggu, sampai air benar-benar diterima pelanggan seperti semula,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Produksi, Nedi Trisnadi, memastikan bahwa petugas di lapangan sudah mulai melakukan langkah-langkah teknis sejak dilakukan inspeksi lokasi kebocoran.
BACA JUGA:Viral! Macan Tutul Masuk Permukiman Warga Bandung, Dua Orang Terluka
Menurutnya, tim PDAM telah melakukan pengecekan sejak malam hari sebelum perbaikan dimulai.
“Estimasi pekerjaan sekitar satu hari. Tadi malam kami sudah turun langsung untuk inspeksi, sekarang tinggal tahapan persiapan dan eksekusi di lapangan,” kata Nedi, Kamis (5/2/2026).
Terkait penyebab kebocoran, PDAM menduga hal tersebut dipicu oleh tekanan permukaan tanah yang memengaruhi kekuatan pipa distribusi utama.
Setelah pekerjaan selesai, tim akan fokus pada normalisasi distribusi air ke seluruh wilayah Kota Cirebon.
BACA JUGA:Misteri Kematian WNA Texas di Apartemen Asia Afrika Bandung, Polisi Lakukan Penyelidikan
Atas kejadian tersebut, Perumda Air Minum Tirta Giri Nata menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Ini musibah yang tidak bisa kita prediksi. Kami mohon maaf karena pengumuman dilakukan mendadak, karena situasinya memang darurat dan di luar kendali,” tutup Nedi.