RADARCIREBON.COM – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026 mulai disambut dengan berbagai persiapan oleh umat Tionghoa di Kabupaten Indramayu.
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah rangkaian ritual jelang Imlek yang dilakukan di Vihara Dharma Rahayu An Theng Bio, yang berlokasi di pusat kota Indramayu.
Sejak beberapa hari menjelang Imlek, pengurus vihara tampak sibuk melakukan pembersihan menyeluruh di area kelenteng.
Tidak hanya halaman dan ruang ibadah, patung-patung dewa dan dewi atau rupang juga turut dibersihkan bahkan dimandikan, sebagaimana tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun.
BACA JUGA:Konvoi Geng Motor Pelajar Dicegat Warga di Cirebon, 24 Orang Diamankan Polisi
BACA JUGA:BPJS Kesehatan Tegaskan Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien Darurat, Meski PBI Nonaktif
Ketua Yayasan Dharma Rahayu, Kardjoh Dhamma Sukho, menjelaskan bahwa ritual bersih-bersih tersebut memiliki makna simbolis yang kuat.
Selain menjaga kebersihan tempat ibadah, kegiatan ini juga menjadi bentuk penghormatan kepada para dewa dan dewi yang dipuja umat.
“Tujuan utamanya agar tempat ibadah terlihat bersih, indah, dan nyaman dipandang saat perayaan Imlek berlangsung,” ujar Kardjoh, Senin (9/2/2026).
Ia menambahkan, air yang digunakan untuk memandikan patung dewa dan dewi bukan air biasa.
BACA JUGA:Persib Bandung Waspadai Ratchaburi FC di 16 Besar ACL Two, Bojan Hodak Bongkar Strategi
Air tersebut merupakan campuran air bunga mawar dan melati yang telah lama digunakan sebagai bagian dari tradisi spiritual di Vihara Dharma Rahayu An Theng Bio.
Vihara yang berdiri sejak tahun 1848 ini dikenal sebagai salah satu kelenteng tertua di Indramayu dan memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Kardjoh menegaskan, sejak awal berdirinya, vihara ini selalu menjunjung tinggi nilai keterbukaan dan inklusivitas.