“Vihara Dharma Rahayu terbuka untuk siapa saja, tanpa memandang latar belakang agama. Masyarakat umum dipersilakan datang, baik untuk beribadah, mengenal budaya Tionghoa, maupun sekadar menyaksikan rangkaian perayaan Imlek,” jelasnya.
BACA JUGA:OJK Ungkap Penyebab BPR di Ciayumajakuning Ditutup, Fraud Jadi Akar Masalah
BACA JUGA:Jembatan Gantung Kriyan Diperbaiki, Begini Harapan Babinsa Pegambiran Kota Cirebon
Menurut Kardjoh, esensi perayaan Imlek bukan hanya soal pergantian tahun, melainkan juga momen berbagi kebahagiaan.
Karena itu, seluruh rangkaian acara dirancang agar dapat dinikmati bersama oleh masyarakat luas.
Setelah puncak perayaan Imlek, masyarakat Indramayu juga akan dihibur dengan berbagai atraksi budaya, seperti pertunjukan barongsai dalam rangka Cap Go Meh yang digelar 15 hari setelah Imlek.
Tidak berhenti di situ, rangkaian kegiatan masih berlanjut dengan peringatan hari ulang tahun patung tuan rumah, Lak Kwa Ya, yang dijadwalkan berlangsung pada 8–9 Maret 2026.
Peringatan tersebut biasanya dimeriahkan dengan prosesi kirab budaya yang rutin digelar setiap tahun dan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Indramayu maupun pengunjung dari luar daerah.
Dalam setiap kegiatan, Yayasan Dharma Rahayu juga aktif berkoordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) guna memastikan seluruh acara berjalan aman, tertib, dan tetap menjaga keharmonisan antarumat beragama di Indramayu.
Seluruh rangkaian kegiatan ini terbuka untuk umum dan menjadi ruang belajar budaya yang inklusif bagi masyarakat.