Di sisi lain, Direktur Distribution and Sales BSI, Anton Sukarna, mengungkapkan bahwa BSI aktif mendukung agenda pemerintah dalam penguatan koperasi dan sektor perumahan.
Hingga akhir 2025, BSI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp12,2 triliun kepada sekitar 90 ribu nasabah.
Tak hanya itu, BSI juga berperan dalam Program 3 Juta Rumah melalui pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Total penyaluran FLPP mencapai Rp3,5 triliun untuk pembangunan sekitar 23 ribu unit rumah subsidi.
Jumlah nasabah BSI pun terus bertambah signifikan. Hingga akhir 2025, total nasabah mencapai 23,1 juta, bertambah 2,03 juta dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi produk haji, emas, layanan payroll, serta peningkatan jumlah nasabah prioritas.
“Ini merupakan pertumbuhan nasabah tertinggi sepanjang sejarah BSI. Kami akan terus memperluas akses layanan, baik melalui pembukaan kantor di wilayah strategis maupun penguatan jaringan BSI Agen,” ujar Anton.
Dalam mendukung layanan perbankan yang modern, BSI juga memperkuat transformasi teknologi informasi dan transaksi digital.
Saat ini, BSI mengoperasikan 1.049 kantor cabang, sekitar 6 ribu unit ATM/CRM, 126 ribu BSI Agen, serta bekerja sama dengan 21 ribu merchant EDC dan 563 ribu merchant QRIS.
Pengguna mobile banking BYOND by BSI tercatat mencapai 5,9 juta, sementara aplikasi BEWIZE digunakan oleh sekitar 43 ribu pengguna.
Selain kinerja bisnis, BSI juga konsisten menjalankan peran sosial melalui penyaluran zakat dan program tanggung jawab sosial.
Sepanjang 2025, BSI menyalurkan beasiswa kepada lebih dari 10 ribu siswa berprestasi, membina 4.900 UMKM, serta mengelola 77 Desa BSI (Bangun Sejahtera Indonesia).
Kontribusi kemanusiaan juga diberikan dalam penanganan bencana, khususnya di Aceh, melalui bantuan hunian sementara, distribusi logistik lebih dari 200 ton, penyediaan alat komunikasi, hingga layanan trauma healing dan kesehatan bagi masyarakat terdampak. (apr/opl)