Eka menegaskan, pihaknya akan tetap bersuara apa adanya, tanpa dikurangi apapun.
Dikutip dari akun media sosial @akar_kuningan, terdapat unggahan video yang menampilkan penyadapan pohon pinus di kawasan TNGC.
Beberapa pohon pinus yang ada, tampak mengalami sayatan cukup dalam di bagian batang yang diduga tengah diambil bagian getahnya.
BACA JUGA:Harga Cabai dan Ayam di Kuningan Mulai Naik Jelang Ramadan 2026, Pedagang Kurangi Stok
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran pohon pinus tersebut bakal rubuh atau mati.
"Ieu moal salah, karandel jeung jero jeung jangkung kieu teh, moal matak pirubuheun ieu teh?" ucap perekam video dalam Bahasa Sunda.
Jika diartikan, proses penyadapan pohon pinus dengan kerokan bagian batang cukup dalam dan panjang, apakah tidak menyalahi aturan?
"Hampir selama beberapa pekan ini Ciremai benar-benar menjadi trending topik. Dimulai dari demo yang mengusung tema "SAVE CIREMAI" yang bermula di kabupaten Kuningan dan kemudian dilanjutkan ke tingkat provinsi Jawa Barat. "Save Ciremai" ini ternyata mendapat perhatian yang sangat serius dari Gubernur Provinsi Jawa Barat yang akrab di pangggil Kang Dedi Mulyadi (KDM), sehingga Beliau merasa perlu perlu untuk SIDAK dalam rangka melihat secara langsung permasalahan yang ada pada kawasan Ciremai," tulis Amalo dalam unggahan.
"Beberapa hal yang ditemukan dalam SIDAK ini antara lain, ketidakadilan dalam pemanfaatan sumber daya air yang bersumber pada kawasan, penambangan pada areal yang berbatasan dengan kawasan, objek wisata yang ada pada kawasan dan lain-lain yang akhirnya memunculkan beberapa skema untuk mengatasi hal-hal tersebut," sambungnya.
"Yang menarik dari semua ini adalah tidak ada satupun, baik itu teman-teman yang meneriakan Save Ciremai ataupun KDM membicarakan atau membahas kerusakan dalam kawasan konservasi Ciremai yang diakibatkan oleh kegiatan PENYADAPAN GETAH PINUS (memang tidak tahu atau TABU untuk dibicarakan). Kegiatan penyadapan getah pinus yang sudah dilakukan selama 3 tahun secara ilegal (tidak ada PKS) dan sangat merusak lolos dari perhatian berbagai pihak," tulisnya lagi.
Pada paragrap terakhir, unggahan menuliskan salah satu paguyuban yang ada di Kabupaten Kuningan sebagai pihak yang memfasilitasi penyadapan getah pinus di Gunung Ciremai.