Waspada! Kebiasaan Makan Berlemak Diam-Diam Rusak Otak, Ini 6 Dampak Seriusnya

Senin 16-02-2026,04:24 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Tatang Rusmanta

2. Memicu Resistensi Insulin di Otak

BACA JUGA:Ridwan Tuntaskan Lari 100 KM 24 Jam di Stadion Bima, Nyaris Menyerah karena Cuaca Ekstrem

Banyak orang hanya mengaitkan insulin dengan kadar gula darah. Padahal, hormon ini juga memiliki peran penting dalam fungsi otak. 

Insulin membantu pertumbuhan neuron serta mendukung proses belajar dan mengingat.

Pola makan tinggi lemak dapat menyebabkan resistensi insulin, termasuk pada jaringan otak. 

Ketika otak tidak mampu merespons insulin dengan baik, terjadi gangguan pada jalur komunikasi antar sel saraf. Dampaknya, fungsi kognitif menurun dan risiko gangguan metabolik meningkat.

3. Meningkatkan Stres Oksidatif

Asupan lemak berlebihan juga berkontribusi pada meningkatnya stres oksidatif di otak. Stres oksidatif terjadi ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh melebihi kapasitas antioksidan untuk menetralisirnya.

Otak yang terus-menerus terpapar stres oksidatif akan mengalami penurunan fungsi saraf. Akibatnya, kemampuan berpikir, konsentrasi, hingga proses belajar menjadi terganggu. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa mempercepat penuaan sel otak.

4. Meningkatkan Risiko Alzheimer

Lemak trans berbasis industri menjadi salah satu jenis lemak yang paling berbahaya bagi otak. 

Berbeda dengan lemak alami yang terdapat pada produk susu atau daging, lemak trans olahan justru membawa dampak negatif.

Konsumsi lemak trans dalam jumlah tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko Penyakit Alzheimer. 

Penyakit ini menyebabkan kematian sel-sel otak secara bertahap, yang ditandai dengan penurunan daya ingat, kesulitan berpikir, hingga perubahan perilaku.

Tak heran jika para pakar kesehatan menyarankan pembatasan makanan olahan demi menjaga fungsi otak tetap optimal.

5. Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Kategori :