RADARCIREBON.COM – Perayaan Tahun Baru Imlek kembali menjadi sorotan di seluruh dunia.
Pada 17 Februari 2026, masyarakat Tionghoa di berbagai penjuru dunia akan memasuki Tahun Kuda Api, menandai berakhirnya Tahun Ular dan dimulainya siklus baru yang dipercaya membawa energi besar.
Di berbagai kota di China, suasana meriah sudah terasa jauh hari. Ornamen berbentuk kuda menghiasi pusat perbelanjaan, lampion merah menggantung di jalan-jalan utama, hingga pesan digital bertema shio kuda ramai membanjiri media sosial.
Namun bagi masyarakat Tionghoa, Imlek bukan sekadar pergantian kalender. Ada filosofi mendalam, harapan baru, dan simbolisme kuat yang menyertainya.
BACA JUGA:3 Shio Paling Beruntung Februari 2026: Rezeki, Cinta, dan Kesempatan Besar di Tahun Kuda
Lalu, bagaimana sebenarnya asal-usul Imlek? Mengapa Tahun Kuda Api dianggap spesial? Berikut ulasan lengkapnya.
Jejak Sejarah Tahun Baru Imlek
Tradisi Tahun Baru Imlek diyakini telah ada sejak era Dinasti Shang sekitar abad ke-14 sebelum Masehi.
Perayaan ini lahir dari budaya agraris masyarakat Tiongkok kuno yang menandai siklus musim dan pergantian tahun berdasarkan peredaran bulan.
BACA JUGA:Libur Imlek 2026, KAI Daop 3 Cirebon Siapkan 29.945 Tiket KA, Cek Jadwal dan Rutenya!
BACA JUGA:Lampion Menyala di Cirebon, Vihara Dewi Welas Asih Bersiap Sambut Imlek 2577 Kongzili
Legenda populer menyebutkan tentang monster bernama Nian. Dalam cerita rakyat Tiongkok, Nian muncul setiap awal tahun untuk mengganggu penduduk desa.
Warga kemudian menemukan bahwa makhluk tersebut takut pada suara keras, cahaya terang, dan warna merah.
Sejak saat itu, masyarakat menyalakan petasan, menggantung lampion merah, dan mengenakan pakaian berwarna merah saat pergantian tahun.