Imlek 2026: Makna, Asal-Usul, dan Filosofi Shio Kuda Api

Senin 16-02-2026,17:30 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Tatang Rusmanta

Tradisi tersebut bertahan hingga kini sebagai simbol perlindungan dan keberuntungan.

BACA JUGA:Tragedi di Cilimus Kuningan: Pemotor Tewas Terlindas Truk Usai Terjatuh karena Jalan Licin

BACA JUGA:47 Warga Direkrut, SPPG Cikalahang 3 Siap Distribusikan Makanan Bergizi ke 1.350 Penerima

Kalender Lunisolar: Mengapa Imlek Tak Pernah Jatuh di Tanggal yang Sama?

Berbeda dengan kalender Masehi yang dimulai setiap 1 Januari, Imlek mengacu pada sistem lunisolar tradisional Tiongkok. 

Tahun baru ditentukan berdasarkan fase bulan dan biasanya jatuh antara 21 Januari hingga 20 Februari.

Secara astronomi, Tahun Baru Imlek dirayakan pada bulan baru kedua setelah titik balik matahari musim dingin. Itulah sebabnya tanggalnya selalu berubah setiap tahun.

Karena menggunakan sistem ini, sebutan “Tahun Kuda 2026” hanya berlaku sejak 17 Februari 2026 hingga awal perayaan berikutnya di 2027.

Sistem Shio: Bukan Sekadar 12 Hewan

Banyak orang mengira siklus shio hanya berulang setiap 12 tahun. Padahal, sistem penanggalan Tiongkok jauh lebih kompleks.

Memang ada 12 hewan dalam zodiak Tiongkok, tetapi setiap tahun juga dikombinasikan dengan salah satu dari lima elemen: Kayu, Api, Tanah, Logam, dan Air. 

Masing-masing elemen memiliki aspek Yin dan Yang, sehingga total terdapat 10 batang langit.

Perpaduan antara 12 hewan dan 10 elemen menciptakan siklus lengkap selama 60 tahun. Artinya, kombinasi Tahun Kuda Api hanya akan terulang kembali enam dekade mendatang.

Dalam terminologi tradisional, Tahun Kuda Api dikenal sebagai “Bing Wu”, yakni perpaduan Kuda dengan elemen Api Yang.

Makna Tahun Kuda Api: Energi, Ambisi, dan Momentum

Dalam budaya Tiongkok, kuda melambangkan kecepatan, keteguhan, serta kebebasan. Sementara elemen Api Yang mencerminkan semangat, gairah, dan daya dorong yang kuat.

Kategori :