Sebagai salah satu jalur utama, ruas ini menghubungkan kawasan pendidikan, pusat perdagangan, perkantoran, hingga akses menuju jalan arteri.
Volume kendaraan tinggi hampir sepanjang hari, terutama pada jam sibuk pagi dan sore. Kerusakan sekecil apa pun bisa berdampak langsung pada kelancaran arus kendaraan.
Faktor penyebab kerusakan diduga berasal dari kombinasi usia aspal, beban kendaraan berat, serta curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Air yang masuk ke celah retakan mempercepat pelapukan lapisan bawah. Ketika roda kendaraan melintas berulang kali, tekanan tersebut memperbesar retakan hingga membentuk lubang.
Tanpa penanganan cepat, kerusakan kecil bisa berkembang menjadi lubang besar dalam hitungan minggu.
Pemerintah daerah menilai percepatan perbaikan penting, bukan hanya untuk keselamatan, tetapi juga untuk menjaga kualitas infrastruktur kota.
Jalan utama menjadi wajah pelayanan publik. Ketika kondisinya rusak, dampaknya meluas, mulai dari risiko kecelakaan hingga penurunan kenyamanan pengguna jalan.
Kepala DPUTR Kota Cirebon, Rachman Hidayat, menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendataan titik-titik kerusakan lain.
Penanganan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas berdasarkan tingkat kerusakan dan volume lalu lintas.
“Dengan penanganan bertahap, kondisi jalur diharapkan semakin membaik dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya di lokasi pengerjaan.
Hingga Selasa sore, tim masih bekerja menyasar beberapa titik yang dianggap paling rawan.
Target tahap awal adalah memastikan tidak ada lubang terbuka yang berpotensi membahayakan pengendara. Setelah itu, evaluasi lanjutan akan dilakukan untuk kemungkinan perbaikan permanen.
Respons masyarakat pun beragam. Banyak yang merasa lega karena lubang-lubang besar telah tertutup.
Namun, tidak sedikit yang berharap proyek peningkatan jalan dilakukan lebih komprehensif, termasuk pengaspalan ulang di ruas yang belum tersentuh.
Perbaikan di Jalan dr Cipto Mangunkusumo menjadi bukti bahwa laporan warga mendapat tindak lanjut.
Pemerintah juga membuka ruang partisipasi masyarakat untuk melaporkan kerusakan serupa di titik lain.