Mendarat di Washington, Prabowo Agendakan Pertemuan Penting dengan Donald Trump

Rabu 18-02-2026,10:00 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Tatang Rusmanta

RADARCIREBON.COM – Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Amerika Serikat pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 11.55 waktu setempat. 

Pesawat kenegaraan Garuda Indonesia-1 yang membawa kepala negara beserta delegasi terbatas mendarat mulus di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, menandai dimulainya agenda diplomasi strategis di Negeri Paman Sam.

Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo disambut sejumlah pejabat penting. 

Hadir di antaranya Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo, Atase Pertahanan RI di Washington Marsma TNI E. Wisoko Aribowo, serta Maintenance Group Commander Colonel Gary Charland. 

BACA JUGA:Diamond Management Buka Jalan Penari Cilik ke Jakarta

BACA JUGA:Survei Indikator: 95,5 Persen Warga Puas Kinerja Dedi Mulyadi di Jawa Barat

Prosesi penyambutan berlangsung singkat namun penuh kehormatan, mencerminkan eratnya hubungan bilateral kedua negara.

Dari pangkalan militer, Presiden langsung menuju hotel tempatnya bermalam selama berada di Washington DC. 

Kunjungan kerja kali ini menjadi sorotan karena memuat agenda penting, termasuk pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pertemuan kedua kepala negara akan difokuskan pada penguatan kemitraan strategis Indonesia–Amerika Serikat. 

BACA JUGA:BREAKING NEWS: Truk Tangki Kebakaran di Tol Cipali, Api Membumbung Tinggi

BACA JUGA:Arab Saudi Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Hari Ini, Berikut Daftar Negara yang Ikut

Sejumlah isu utama yang akan dibahas mencakup peningkatan kerja sama ekonomi, perluasan akses pasar, hingga pembahasan berbagai perjanjian dagang yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan industri nasional.

“Kunjungan ini merupakan langkah aktif diplomasi langsung Presiden Prabowo guna memperkuat rantai pasok ekonomi dan meningkatkan produktivitas industri dalam negeri,” tulis Teddy dalam keterangannya.

Diplomasi tingkat tinggi ini dinilai krusial di tengah dinamika ekonomi global. 

Kategori :