Oknum Bobotoh Sok Keras, Persib Bandung Kini Dibayangi Sanksi Keras AFC

Jumat 20-02-2026,15:30 WIB
Reporter : Tatang Rusmanta
Editor : Tatang Rusmanta

Posisi Persib semakin rentan karena sebelumnya pernah menerima hukuman serupa. 

BACA JUGA:Ketua DPRD Dorong Akselerasi Pembangunan Infrastruktur

BACA JUGA:Demokrasi Prosedural dan Wacana Pilkada Melalui DPRD

Pada Desember 2025, saat menghadapi Bangkok United di ajang yang sama, klub kebanggaan Jawa Barat itu dijatuhi denda USD 30.000 akibat pelanggaran disiplin suporter, termasuk penyalaan flare dan masalah pengamanan stadion.

Status sebagai pelanggaran berulang bisa menjadi faktor pemberat dalam sidang disiplin mendatang. Rekam jejak tersebut tentu menjadi pertimbangan serius bagi komite disiplin AFC dalam menentukan keputusan akhir.

Secara agregat, langkah Persib di kompetisi ini memang harus terhenti setelah kalah 1-3 dari Ratchaburi FC. Namun kini perhatian tak lagi tertuju pada hasil pertandingan. Ancaman sanksi administratif justru menjadi isu utama yang membayangi manajemen klub.

Jika hukuman berat dijatuhkan, dampaknya bukan hanya soal nominal denda. Laga tanpa penonton akan memukul pemasukan tiket dan atmosfer pertandingan, yang selama ini menjadi kekuatan Persib saat tampil di kandang. 

Selain itu, hukuman pembatasan stadion juga berpotensi memengaruhi performa tim jika kembali berlaga di level Asia musim depan.

Manajemen Persib diperkirakan segera menyampaikan klarifikasi resmi dan pembelaan saat proses disipliner berlangsung. 

Namun dengan bukti visual yang telah beredar luas di media sosial, tantangan yang dihadapi Maung Bandung jelas tidak ringan.

Malam di GBLA yang semestinya menjadi panggung selebrasi, kini berubah menjadi ujian besar profesionalisme klub di kompetisi Asia. 

Persib tak hanya dituntut berprestasi di lapangan, tetapi juga memastikan seluruh elemen pertandingan berjalan sesuai regulasi internasional.

Kategori :