Warga Losari Cemas! Bendungan Karet Sobek, Sawah dan Air PDAM Terancam Asin

Kamis 26-02-2026,06:01 WIB
Reporter : Moh Junaedi
Editor : Rusdi Polpoke

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Kondisi bendungan karet di Desa Tawangsari, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, mengalami kerusakan pascabanjir yang melanda beberapa waktu lalu.

Kerusakan tersebut memicu kekhawatiran warga, terutama menjelang musim kemarau yang diprediksi segera tiba.

Warga khawatir, jika bendungan tak segera diperbaiki, air laut saat pasang akan masuk ke aliran sungai dan mengancam ratusan hektare lahan pertanian di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

BACA JUGA:Pantau Pasar Gebang dan Losari, Bupati Cirebon Sebut Lonjakan Harga Masih Terkendali

BACA JUGA:Pasar Tradisional Lawan Online Shop, Selasaan Losari Masih Jadi Favorit Warga

Kuwu Desa Tawangsari, Rojiki mengungkapkan, keluhan masyarakat terus berdatangan terkait kondisi bendungan tersebut.

Menurutnya, fungsi bendungan saat ini tidak maksimal sehingga potensi masuknya air asin semakin besar.

“Sebentar lagi musim kemarau. Warga khawatir saat air laut pasang, air asin masuk ke sungai karena bendungan tidak bisa menahan dengan optimal,” ujarnya, Rabu 25 Februari 2026.

Rojiki menjelaskan, kerusakan bendungan bukan terjadi secara total. Namun, terdapat sobekan pada bagian sambungan pintu bendungan yang menyebabkan sistem tidak berfungsi normal.

“Kerusakannya tidak parah, tapi ada bagian sambungan pintu yang sobek. Itu yang membuat pintu bendungan tidak bisa bekerja maksimal,” jelasnya.

Pemerintah desa, kata dia, telah melaporkan kondisi tersebut kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung (Cimancis).

Tim dari balai bahkan sudah melakukan survei lapangan untuk mengecek kondisi terkini bendungan.

Namun, hingga kini perbaikan belum bisa dilakukan. Alasannya, debit air sungai masih cukup tinggi sehingga menyulitkan proses teknis perbaikan.

BACA JUGA:Dana Desa 2026 Dipangkas Pemerintah Pusat, FKKC Kecamatan Losari Minta Warga Tak Salah Paham

“Kalau mau diperbaiki, harus dibuat pengelak atau kisdam terlebih dahulu. Sementara kondisi air sungai masih besar, jadi belum memungkinkan untuk dikerjakan sekarang,” terangnya.

Kategori :