Dedi menegaskan, kondisi tersebut bukan karena kenaikan tarif dasar di Jabar, melainkan dampak berakhirnya diskon opsen.
Ia memastikan Pemprov Jabar tetap berkomitmen menjaga tarif agar tidak memberatkan masyarakat.
Dengan kebijakan ini, Jabar berupaya menyeimbangkan kebutuhan pendapatan daerah dan daya beli masyarakat, sekaligus menjaga kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. (*)