Gentengisasi Serius Digarap! Maruarar Sirait Dorong UMKM Jatiwangi Jadi Percontohan Nasional

Sabtu 28-02-2026,02:29 WIB
Reporter : Ono Cahyono
Editor : Moh Junaedi

MAJALENGKA, RADARCIREBON.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan keseriusannya dalam mendorong program gentengisasi sebagai bagian dari peningkatan kualitas hunian rakyat.

Program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan rumah-rumah masyarakat memiliki kualitas lebih baik, tidak panas, serta nyaman ditempati.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pertemuan strategis yang digelar di Jakarta Selatan, Jumat 27 Februari 2026 malam.

BACA JUGA:Menteri Maruarar Pastikan Masyarakat Menerima Rumah Layak

BACA JUGA:Dihadapan Maruarar Sirait, Effendi Edo Sebutkan Tantangan Bangun Pemukiman di Kota Cirebon

Pertemuan itu melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dirjen terkait, Dirut BRI, Tapera, Bupati Majalengka Eman Suherman, Sekda Jawa Barat, Sekda Majalengka, hingga para pengusaha genteng Jatiwangi dan pengembang perumahan.

“Kita bicara soal gentengisasi. Sesuai arahan Presiden Prabowo, beliau punya perhatian agar rumah rakyat tidak panas,” ujar Maruarar, yang akrab disapa Ara.

Dalam diskusi yang berlangsung sekitar satu setengah jam tersebut, fokus pembahasan tertuju pada kesiapan UMKM genteng Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, dalam memasok kebutuhan proyek perumahan nasional.

Ara menilai genteng Jatiwangi memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan nasional. 

Namun, ia menegaskan bahwa penggunaan produk UMKM dalam proyek perumahan harus memenuhi sejumlah syarat utama.

BACA JUGA:Dedi Mulyadi Bantu Kodim Majalengka Rp1 Miliar, Kampung Relokasi Akan Disulap Jadi Wisata

Beberapa di antaranya adalah kualitas dengan daya tahan minimal 15 tahun, estetika yang baik, serta ketahanan terhadap panas dan hujan. 

Selain itu, harga harus kompetitif dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Dalam pertemuan tersebut, disepakati harga genteng Jatiwangi sebesar Rp4.300 per unit, termasuk biaya pengiriman ke lokasi proyek.

“Kita tekankan mutu untuk menjaga kualitas dan estetika. Pemerintah daerah dan pihak terkait akan melakukan pendampingan agar UMKM cepat memenuhi standar SNI,” tegas Ara.

Kategori :