Sementara itu, HyperOS 3.0 masih dalam tahap pengembangan awal dan belum dirilis secara resmi secara luas.
Pergantian dari MIUI ke Xiaomi HyperOS menandai langkah besar Xiaomi dalam membangun sistem operasi terpadu untuk seluruh produknya.
Sistem yang lebih ringan, integrasi AI melalui HyperMind, serta konektivitas lintas perangkat lewat HyperConnect menjadi nilai jual utama.
Meski masih ada catatan seperti bloatware di beberapa perangkat, arah pengembangan HyperOS menunjukkan ambisi Xiaomi untuk membangun ekosistem teknologi yang lebih solid dan terintegrasi.
“Artikel ini ditulis oleh Rahma Diniati mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang sedang magang di Radar Cirebon.”
BACA JUGA:Rekomendasi 12 HP 1 Jutaan Terbaik Januari 2026, Spek Kencang Harga Bersahabat!