Xiaomi HyperOS Resmi Gantikan MIUI, Apa Saja Perubahan Pentingnya?

Minggu 01-03-2026,11:05 WIB
Reporter : Leni Indarti Hasyim
Editor : Leni Indarti Hasyim

RADARCIREBON.COM - Xiaomi resmi meninggalkan MIUI dan menggantinya dengan sistem operasi baru bernama HyperOS. Pergantian ini bukan sekadar rebranding saja, melainkan perubahan fondasi sistem yang dirancang untuk menyatukan seluruh ekosistem perangkat Xiaomi dalam satu platform terintegrasi.

Sejak diperkenalkan bersamaan dengan seri flagship Xiaomi 14 pada akhir 2023, Xiaomi HyperOS menjadi fokus utama strategi perangkat lunak perusahaan.

Sistem ini dibangun di atas Android Open Source Project (AOSP), dipadukan dengan kernel Linux dan sistem internal bernama Xiaomi Vela.

Hasilnya, HyperOS tidak hanya berjalan di smartphone, tetapi juga di tablet, smart TV, wearable, perangkat rumah pintar, hingga kendaraan listrik Xiaomi.

BACA JUGA:5 HP Vivo 1 Jutaan Terbaik 2026: Kamera 50MP, Baterai 6500 mAh, Sudah 5G!

HyperOS Lebih Ringan dari MIUI
Salah satu keunggulan utama Xiaomi HyperOS adalah ukuran sistem yang lebih kecil. Firmware HyperOS diklaim hanya sekitar 8–9 GB, lebih ringan dibanding beberapa versi MIUI sebelumnya yang bisa mencapai belasan gigabyte.

Ukuran yang lebih ringkas ini berdampak pada efisiensi penyimpanan dan performa yang lebih stabil. Xiaomi juga melakukan optimalisasi pada manajemen memori dan task scheduling, sehingga animasi terasa lebih halus dan sistem lebih responsif.

Berbeda dengan MIUI yang fokus pada pengalaman smartphone, HyperOS dirancang sebagai sistem lintas perangkat.

Melalui fitur HyperConnect, pengguna dapat:
•    Berbagi file antar perangkat Xiaomi tanpa kabel
•    Sinkronisasi notifikasi lintas perangkat
•    Mengontrol perangkat rumah pintar dari satu sistem
•    Integrasi dengan perangkat wearable dan kendaraan

BACA JUGA:Google Pixel 10a Smarthphone Canggih Rilisan Terbaru: Produk Hasil Daur Ulang, Bagaimana Spesifikasinya?

Ini menunjukkan bahwa Xiaomi tidak lagi hanya fokus pada ponsel, tetapi pada pembangunan ecosystem yang saling terhubung.

HyperMind dan Integrasi AI
Xiaomi juga memperkenalkan HyperMind, sistem berbasis artificial intelligence (AI) yang mempelajari kebiasaan pengguna.

Teknologi ini memungkinkan sistem menyesuaikan pengaturan perangkat secara otomatis berdasarkan pola penggunaan harian. Pendekatan ini memperkuat posisi HyperOS sebagai sistem yang lebih personal dan adaptif.

Bagaimana dengan Bloatware?
Meski Xiaomi menyebut sistemnya lebih bersih, pada beberapa seri dan wilayah tertentu aplikasi bawaan (bloatware) masih ditemukan. Namun perbedaannya, kini sebagian besar aplikasi tersebut lebih mudah untuk dihapus dibanding era MIUI.

BACA JUGA:Layak Ditunggu, Infinix GT50 Pro 2026: HP Gaming Rp5 Jutaan dengan RGB dan Dimensity 8400

Update HyperOS 2.0 dan Status 3.0
Hingga awal 2026, HyperOS 2.0 sudah mulai dirilis secara bertahap dengan peningkatan stabilitas dan optimalisasi AI.

Kategori :