Peringatan Keras Bupati Eman: Jalan Majalengka 3 Bulan Rusak, Pengawas Harus Bertanggung Jawab

Senin 02-03-2026,09:57 WIB
Reporter : Baehaqi
Editor : Tatang Rusmanta

Pengawas Jadi Garda Terdepan

BACA JUGA:Kemenangan Harga Mati! Begini Kata-kata Bos Persib Sebelum Melawan Persebaya

BACA JUGA:Cara Hitung Zakat Fitrah 2026 Lengkap: 2,5 Kg atau Rp50.000 per Jiwa, Ini Panduannya!

Eman menilai peran pengawas sangat strategis. Mereka bertanggung jawab memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan kontrak. Tanpa pengawasan ketat, risiko penurunan kualitas pekerjaan akan semakin besar.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada praktik jual-beli proyek yang dapat merusak kualitas pekerjaan. Seluruh aparatur diminta menjunjung tinggi integritas dan menolak segala bentuk intervensi yang menyimpang dari aturan.

Pengawasan yang lemah, lanjut Eman, sering kali berujung pada temuan kekurangan volume pekerjaan hingga kelebihan pembayaran kepada pihak ketiga. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa fungsi kontrol tidak berjalan optimal.

“Kalau ditemukan ada pengembalian karena kekurangan volume dan kelebihan bayar yang besar, itu berarti pengawasnya tidak benar. Risikonya jelas, tidak akan dipakai lagi,” katanya tegas.

Jaminan Perlindungan untuk Pengawas Berintegritas

Di sisi lain, Eman memastikan akan memberikan apresiasi kepada pengawas yang bekerja jujur, disiplin, dan amanah. 

Ia juga menjamin perlindungan bagi pengawas yang bersikap tegas terhadap kontraktor, sekalipun ada pihak yang mengklaim memiliki kedekatan dengan kepala daerah.

“Tidak usah takut. Sepanjang melaksanakan tugas dengan benar, akan saya jamin. Tidak boleh ada rasa takut terhadap pihak ketiga,” tandasnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah ingin mengakhiri praktik kompromi terhadap kualitas proyek. 

Integritas aparatur disebut sebagai fondasi utama dalam membangun tata kelola pembangunan yang sehat.

Audit Inspektorat Setelah PHO

Sebagai langkah penguatan sistem, pengawasan tidak hanya dilakukan saat proyek berjalan. Setelah Provisional Hand Over (PHO), pemerintah daerah akan menurunkan Inspektorat Kabupaten Majalengka untuk melakukan audit kelayakan pembayaran.

Audit tersebut bertujuan memastikan volume pekerjaan, kualitas material, serta spesifikasi teknis benar-benar sesuai sebelum pembayaran akhir dilakukan. Dengan sistem pengawasan berlapis dari hulu hingga hilir, potensi penyimpangan diharapkan dapat ditekan.

Kategori :